|
 |
| |
| Saturday, 25 May 2013 |
Mail to AWI: service@angklung-web-institute.com |
|
|
Who's Online |
|
Ada 128 Tamu Online |
|
AWI Members |
 | 3741 terdaftar |
 | 1 hari ini |  | 28 minggu ini |  | 270 bulan ini |  | Terbaru: icepleoriew | |
|
AWI WebStat |
Anggota: 3743
Berita: 711
WebLinks: 7
|
|
|
|
|
AWI NEWS: TIM MULTIPLATFORM PERTAMA DI DUNIA (23 FEBRUARI 2009) |
|
|
|
Kontributor: Ifah Hanifah AWI
|
|
Sunday, 15 March 2009 |
|
Hotel Preanger Indonesia merupakan tempat dimana kemeriahan suara angklung diperdengarkan. Angklung Web Institute (AWI) bekerja sama dengan manajemen hotel telah mempersiapkan konser bamboo malam itu (22/2). Konser yang mulai pukul 8 malam waktu Indonesia tersebut bertajuk “Enchanting Night”
Musim penghujan sedang melanda Bandung, tetapi hal tersebut tidak menghalangi para penonton datang ke hotel mewah tersebut untuk mendapatkan tempat duduk yang nyaman karena mereka tidak ingin melewatkan konser tersebut bahkan untuk satu menit pun. Salah satu penonton yang hadir yaitu Taufik Udjo yang merupakan salah satu orang penting yang mengorganisir Saung Angklung Udjo. Dia memberikan aplaus yang meriah untuk konser luar biasa ini. Tujuan diselenggarakannya konser ”Enchanting Night” ini adalah untuk memperkenalkan team multiplatform pertama di dunia yang menggunakan bambu untuk memainkan bermacam-macam lagu dari seluruh dunia. Alat musik yang mereka gunakan adalah Angklung dan Arumba (Alunan Rumpun Bambu). Alasan penggunaan kata “Multipaltform” yaitu berdasarkan latar belakang para pemain. Tim tersebut terdiri dari pelajar SMP dan SMA, mahasiswa, guru, ibu rumah tangga, dan pegawai. Nama dari tim angklung tersebut ialah “Temen Awi Angklung Orchestra (TAAO)” dan tim arumba disebut ”Insperto Arumba”. Kedua tim spesial ini diorganisir oleh Angklung Web Institute (AWI). Tepat pukul 8 malam, konser di buka oleh Mc. Imam dengan penampilan pertama dari Insperto Arumba. Mereka memainkan beberapa lagu seperti Tea For Two, Donau Wellen, Medley dan lagu pop Indonesia dari ST 12 ”Cari Pacar Lagi”. Arumba parahiyangan merupakan bintang tamunya. Tim ini sangat terkenal ke seluruh dunia disebabkan pangalamannya dan keberadaannya. Mereka memberikan performa terbaiknya dan mempertunjukkan Pachito El Che, Blue Moon, Tilil (lagu tradisional sunda), Hungarian Dance dan terakhir adalah Measquenada. Terakhir adalah pertujukkan yang ditunggu-tunggu, yaitu penampilan dari Temen Awi Angklung Orchestra (TAAO). Dengan menggunakan jas dan gaun berwarna hitam oranye, para pemain membuka konser spektakuler tersebut dengan “Also Sprach Zarathustra” yang dipimpin oleh Bapak Edward C. Van Ness (dirijen dari Amerika), disambung dengan Lalayaran (lagu tradisional sunda) yang dipimpin oleh Irma Noorhaty AWI, kemudian Somewhere My Love, dan dua penyanyi hebat mengiringi musik angklung dengan menyanyikan “O Solemio and Li Biamo“. Santorini pun tidak ketinggalan dimainkan dengan semangat dengan dirijen Roswita Amelinda awi Dirijen tamu yang ikut serta dalam konser yaitu Bapak Obby Wiramihardja (Dirijen kenegaraan) dan Bapak Edward C. Van Ness (dirijen dari Amerika). Pada akhir penampilan, TAAO mempertunjukkan penampilan terbaik mereka dengan memainkan “Climb Every Mountain”. Riuh tepuk tangan dihadiahkan para penonton untuk mereka pada malam itu. |
|
|
|
|
|
| AWI: Angklung Web Institute © 2007
center of knowledge and competence of angklung
service@angklung-web-institute.com
|
|
|