EKSOTIS, MUSIK KONTEMPORER INDONESIA (Kabarindonesia.com, 6 Oktober 2008)
Written by Kabar Indonesia
Monday, 06 October 2008
Oleh : Nanok Triyono
KabarIndonesia - Keberagaman suku dan budaya di Indonesia sangat berpengaruh terhadap karakteristik masyarakat daerah. Kekayaaan seni budaya tersebut sangat beragam, mulai dari bahasa, kesenian, kuliner, pakaian hingga pengucapan gaya bahasa.
Dari keragamaan tersebut masyarakat tetap menjaga kelestariannya di balik era globalisasi yang sudah tinggi. Salah satu keberagaman seni budaya itu adalah musik kontemporer Indonesia, di mana dari tiap-tiap daerah memiliki ciri dan karakteristik sendiri-sendiri. Musik kontemporer ini mengilhami keberadaan musik-musik modern.
Simak saja beberapa alat musik yang selalu digunakan untuk menghasilkan karya seni musik yang berkarakter etnis seperti konga, kulintang, angklung, sasando rote, gamelan (Jawa dan Bali), gambang kromong sampai alat musik perpaduan antara etnis Indonesia dengan China yakni tehyan.
Beberapa alat musik daerah tersebut yang nantinya menghasilkan musikalitas kontemporer di Indonesia. Dalam tiap-tiap daerah tertentu, musik kontemporer ini digunakan selama berabad-abad untuk mengisi acara-acara adat seperti upacara keagamaan, pernikahan, tarian dan untuk sekedar pertunjukan umum. Dengan sedikit lirik serta nuansa ritme yang memiliki karakter tersendiri, musik kontemporer ini berkembang hingga sekarang dengan berbagai perubahan modern.
Perkembangan musik kontemporer ini terus meningkat seiring dengan pertumbuhan musik di tanah air. Tak luput pula musik inipun sudah merambah sampai kelas festival/pertunjukan baik dalam negeri sampai luar negeri. Dalam era sekarang, perpaduan antara musikalitas modern dan kontemporer menjadi tren tersendiri bagi para musisi, mulai dari penggabungan alat musik hingga pemakaian alat musik daerah secara total.
Walhasil musikalitas kontemporer benar-benar sangat tinggi. Semoga pelestarian akan musik kontemporer asli Indonesia ini terus berlangsung dan berkembang secara terus menerus. (*)