|
 |
| |
| Wednesday, 08 September 2010 |
Mail to AWI: service@angklung-web-institute.com |
|
|
Who's Online |
|
We have 61 guests online |
|
AWI Members |
 | 1223 registered |
 | 0 today |  | 0 this week |  | 101 this month |  | Last: ashrialiefah | |
|
AWI WebStat |
Members: 1225
News: 705
WebLinks: 7
|
|
|
|
|
ANGKLUNG DALAM POP ROCK (Kompas, 24 April 2008) |
|
|
|
Written by Administrator AWI
|
|
Thursday, 24 April 2008 |
JAKARTA, KAMIS - Ketika angklung disebut-sebut mulai diklaim negara tetangga, banyak pihak yang tersentak, tak terkecuali band A.S.A.P (As Soon As Possible). Tak mau tinggal diam, kelompok yang digawangi Donny Lesmana (gitar), Donald Akihary (drum), Nada Nadiar (bas), dan Aldy (vokal) ini mengajak salah satu seniman angklung dari Jawa Barat, Joes Roesadi (71), untuk berkolaborasi menggarap sebuah album yang memasukkan musik khas tanah Parahyangan itu.
Tak muluk-muluk, A.S.A.P, seperti dituturkan Aldy, tidak ingin kesenian khas Indonesia tersebut senasib dengan batik yang diakui negara sebelah. "Kita tak mau kalau angklung juga berpindah tangan," katanya disambut tepuk tangan hangat di sela peluncuran album A.S.A.P, Ingatkah Kamu, di Kamasutra Cafe, Hotel Crowne Plaza, Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (23/4). Itikad itulah yang kemudian membuat Joes Roesadi, yang disapa Kang Josi, merasa tertantang untuk menghadirkan sebuah harmonisasi baru, dengan moderen pop rock yang dibumbui alunan musik angklung. Rasa-rasanya, para maestro angklung, seperti almarhum Daeng Sutigna--kelahiran Garut 13 Mei 1908-- dan Mang Udjo, yang lebih dulu menapaki perjalanan musik angklung di bumi Indonesia, pantas tersenyum. Di tangan penerus mereka, Kang Josi, alat musik dari bambu itu semakin menunjukkan jati dirinya. Dari album Ingatkah Kamu, A.S.A.P menjadikan lagu Bunda sebagai jagoan. Ada pesan yang hendak mereka sampaikan--lagu itu merupakan bentuk penghormatan yang setingi-tingginya kepada sosok seorang ibu. Mengomentari kehadiran musik angklung yang berkolaborasi dengan sebuah grup yang mengusung aliran musik modern pop rock, pemusik Gilang Ramadhan mengutarakan, ''Di tengah hilangnya jati diri bangsa Indonesia yang tidak pandai menjaga dan memelihara alat musik tradisional yang jelas-jelas sebuah produk budaya leluhur, apa yang dilakukan A.S.A.P dan Pak Roesadi adalah sebuah terobosan yang baik.'' EH |
Congratulations... Written by idned on 2008-05-17 06:48:50 Congratulations, good job... |
Only AWI Member can write comments. Please login or register. Powered by AkoComment 2.0! |
|
|
|
|
| |