|
 |
| |
| 2012年 May 19日 Saturday |
Mail to AWI: service@angklung-web-institute.com |
|
|
Who's Online |
|
84 人のゲスト がオンラインです。 |
|
AWI Members |
 | 1815 registered |
 | 0 today |  | 3 this week |  | 158 this month |  | Last: sansansajidan | |
|
AWI WebStat |
登録メンバー数: 1817
登録記事数: 710
登録WebLink数: 7
|
|
|
|
|
ANGKLUNG (bandungkab.go.id, 28 Maret 2007) |
|
|
|
投稿者 Ifah Hanifah AWI
|
|
2007年 December 16日 Sunday |
 Angklung menurut mitologi Bali berasal dari kata "Angk" adalah angka (= nada ) dan Lung artinya patah/ hilang . Angklung dapat juga dikatakan nada / laras yang tidak lengkap sesuai dengan istilah Cumang Kirang (Bahasa Bali ) yang artinya nada kurang / surupan 4 nada.
Terciptanya alat musik angklung yang terbuat dari bambu berasal dari pandangan hidup masyarakat Sunda yang agraris dengan kehidupan yang bersumber pada makanan pokok berupa padi (pare) ini dilahirkan dari mitos pada Nji Sri Pohaci sebagai Dewi Sri pemberi kehidupan (hirup hurip) perenungan masyarakat Sunda dahulu dalam mengelola Pertanian (tetaten) terutama pertanian sawah dan ladang (huma) telah melahirkan syair lagu sebagai penghormatan dan persembahan kepada Nyi Sri Pohaci dan sebagai tolak bala agar bercocok tanam mereka tidak mendatangkan malapetaka. Dalam perkembangannya lagu-lagu tersebut diiringi dengan bunyi tetabuhan yang terbuat dari batang-batang bambu yang dibuat sederhana yang kemudian kita kenal dengan nama angklung dan calung Di beberapa Kecamatan Kab Bandung seperti Kecamatan Soreang dan Kecamatan Pangalengan jenis kesenian ini dipergunakan untuk arak-arakan upacara adat Nyungkruk Hulu Wotan (menyelusuri hulu sungai) dimana masyarakat membawa angklung dan dog-dog pergi ke hulu sungai membawa makanan seperti nasi tumpeng, lauk pauk serta membawa sesajen untuk upacara tersebut . Setelah sampai ke hulu sungai diadakan upacara lengkap dengan sesajen dan dupa dan berdoa kepada nenek moyangnya sambil menyembelih kambing hitam sebagai tumbal dan kepala kambing dikubur bersama sesajen dengan dipimpin oleh sesepuh kampung setelah makan bersama maka pulang sambil membunyikan angklung. Only AWI Member can write comments. Please login or register. Powered by AkoComment 2.0! |
|
|
|
|
|
| AWI: Angklung Web Institute © 2007
center of knowledge and competence of angklung
service@angklung-web-institute.com
|
|
|