|
 |
| |
| Friday, 24 May 2013 |
Mail to AWI: service@angklung-web-institute.com |
|
|
Who's Online |
|
Ada 28 Tamu Online |
|
AWI Members |
 | 3740 terdaftar |
 | 2 hari ini |  | 27 minggu ini |  | 269 bulan ini |  | Terbaru: VotronryLit | |
|
AWI WebStat |
Anggota: 3742
Berita: 711
WebLinks: 7
|
|
|
|
|
ALM. DAENG SOETIGNA RAIH BINTANG JASA (Pikiran Rakyat, 10 November 2007) |
|
|
|
Ditulis Oleh: Administrator AWI
|
|
Saturday, 10 November 2007 |
JAKARTA, (PR).- Almarhum Daeng Soetigna yang dikenal sebagai tokoh angklung, memperoleh tanda jasa/kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma atas jasa-jasanya sebagai pendidik, guru pengembang dan pelestari seni musik angklung. Penganugerahan penghargaan dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan diterima anak almarhum, Erna Garnasih Pirous di Istana Negara Jakarta, Jumat (9/11).
Menurut Erna, penghargaan yang diterima Daeng (1908-1984) tersebut merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, pencipta angklung diatonis itu mendapat anugerah tanda kehormatan berupa Satya Lancana Kebudayaan pada tahun 1968. Melalui sentuhan pria kelahiran Garut itu, pada tahun 1938 angklung yang tadinya hanyalah alat musik pentatonis tradisional, bisa diubah ke laras diatonis. Alhasil, angklung bisa untuk memainkan lagu-lagu modern. Nama Daeng Soetigna pun dikenal luas hingga ke manca negara, ketika angklung ditampilkan dalam peringatan Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1980 di Bandung. Ia pun berhasil mengembangkan angklung dan menyebarluaskannya melalui jalur pendidikan. Erna Garnasih Pirous mengatakan, keluarga besar Daeng sangat bersyukur atas penghargaan negara tersebut. Mereka merasa penghargaan ini sebagai perhatian besar negara kepada anak-anak bangsa yang berprestasi. "Penghargaan ini merupakan kejutan bagi keluarga kami. Karena kami baru diberitahu tanggal 6 November lalu. Kami bersyukur jasa ayah kami dihargai oleh negara, sebagai pendidik, guru pengembang dan pelestari angklung," ujar Erna Garnasih. Erna menambahkan, sebuah buku mengenai almarhum Daeng Soetigna akan segera diterbitkan dalam waktu dekat. "Buku sudah hampir rampung, tinggal menyelesaikan hal-hal yang kecil," ungkap Erna. Pahlawan nasional Pemberian penghargan tersebut merupakan kegiatan rutin setiap menjelang Hari Pahlawan tanggal 10 November. Pada acara tersebut, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Alm. Mayjen TNI (Purn) dr. Adnan Kapau Gani dan Alm. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung, Alm. Mayjen TNI (Purn) Prof. Dr. Moestopo, dan Alm. Brigjen TNI (Anumerta) Ignatius Slamet Rijadi. Berdasarkan Keppres Nomor 067/TK/Tahun 2007, presiden juga menganugerahkan Bintang Mahaputra Utama kepada almarhum Ahmad Dahlan Ranuwihardjo, S.H., dan almarhum Prof. Dr. Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy. Sedang almarhum Rohana Koeddoes memperoleh Bintang Jasa Utama. Tokoh lain yang mendapatkan bintang Budaya Parama Dharma adalah Alm. Nya' Abbas Akub. (A-130)*** |
|
|
|
|
|
| AWI: Angklung Web Institute © 2007
center of knowledge and competence of angklung
service@angklung-web-institute.com
|
|
|