|
 |
| |
| Wednesday, 07 January 2009 |
Mail to AWI: service@angklung-web-institute.com |
|
|
Who's Online |
|
Ada 15 Tamu Online |
|
AWI Members |
 | 763 terdaftar |
 | 0 hari ini |  | 4 minggu ini |  | 48 bulan ini |  | Terbaru: sk8gr8 | |
|
AWI WebStat |
Anggota: 764
Berita: 658
WebLinks: 7
|
|
|
|
|
ANGKLUNG DAN BATIK BAKAL JADI WARISAN DUNIA (Suara Merdeka, 6 Agustus 2007) |
|
|
|
Ditulis Oleh: Ifah Hanifah AWI
|
|
Monday, 06 August 2007 |
|
Bandung, CyberNews. Setelah wayang kulit dan keris, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata akan mendaftarkan angklung dan batik ke dalam daftar world heritage Unesco. Khusus angklung, pihaknya tengah mengumpulkan seluruh data penunjang termasuk dokumen dan bukti-bukti yang diperlukan agar bisa diakui dan masuk daftar itu.
Hal tersebut diungkapkan Sekjen Depbudpar, Sapta Nurwanda pada acara jumpres 50 Tahun Universitas Padjajaran di Bandung, Senin. Dalam acara ultah universitas tersebut, akan dilakukan pemecahan rekor MURI berupa permainan angklung yang melibatkan 10 ribu orang pada tanggal 27 Agustus mendatang. "Keduanya merupakan warisan budaya. Khusus angklung, itu unik, karena bambu bisa mengalirkan nada, tak hanya invidual tapi bisa dimainkan secara kolektif. Karena kreativitas, angklung bisa dimainkan secara interaktif bersama-sama hanya dalam tempo sepuluh menit," tandasnya. Menurut dia, langkah tersebut sangat penting dilakukan. Pasalnya, keberadaan kedua warisan budaya tersebut menunjukan pula sisi lain kehidupan. Keduanya tak hanya ada dalam kehidupan sehari-hari dengan cara dimainkan atau perlu dilestarikan, karena sudah menjadi sejarah bangsa. Dengan cara itu pula, upaya-upaya pihak lain yang mencoba mengakui keduanya sebagai warisan budayanya bisa dicegah. "Jadi pengakuan ini penting seperti halnya wayang yang merupakan masterpiece dari warisan budaya Indonesia," katanya. Untuk itu, pihaknya tengah menjalin kerjasama untuk menyukseskan langkah Depbudpar itu. Di antaranya berkerjasama dengan sejarahwan, khusus angklung, mereka merangkul masyarakat angklung Indonesia dan sejumlah saung angklung. Pihaknya juga mengerahkan Dirjen Purbakala untuk memperkuat upaya tersebut. Dukungan diberikan pula oleh Menlu dan KADIN lewat diplomasi angklung. "Kita mulai dari sejarahnya plus bukti-buktinya sehingga, secara scientific memang bisa dipertanggungjawabkan,"katanya. ( dwi setiady/Cn07 ) Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar. Silahkan login atau daftar. Powered by AkoComment 2.0! |
|
|
|
|
|
| AWI: Angklung Web Institute © 2007
center of knowledge and competence of angklung
service@angklung-web-institute.com
|
|
|