|
 |
| |
| Tuesday, 06 January 2009 |
Mail to AWI: service@angklung-web-institute.com |
|
|
Who's Online |
|
Ada 40 Tamu Online |
|
AWI Members |
 | 763 terdaftar |
 | 0 hari ini |  | 4 minggu ini |  | 48 bulan ini |  | Terbaru: sk8gr8 | |
|
AWI WebStat |
Anggota: 764
Berita: 658
WebLinks: 7
|
|
|
|
|
CACAT PUN BERMAIN ANGKLUNG (Pikiran_Rakyat, 27 Juni 2007) |
|
|
|
Ditulis Oleh: Yeni Ratnadewi
|
|
Wednesday, 27 June 2007 |
|
CACAT atau tidak, bukan ukuran kemampuan seseorang. Ungkapan tersebut tidaklah berlebihan, sebab dalam diri seorang penyandang cacat, pasti ada potensi yang bisa dikembangkan. Tinggal bagaimana mengembangan potensi yang ada itu semaksimal mungkin.
Gambaran itu setidaknya terlihat dalam open house Sekolah Luar Biasa-D (SLB-D) Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Bandung, Selasa (26/6) di Kampus SLB-D, Jln. Mustang No. 46 Bandung. Pada kesempatan tersebut, para siswa tunadaksa yang memiliki cacat fisik atau bahkan cacat fisik disertai cacat mental dengan keterbatasan yang ada, mampu bermain angklung, berpuisi, dan bermain kabaret. Saat mereka bernyanyi, beberapa undangan menitikkan air mata karena haru. Kemampuan para penyandang cacat juga tidak sebatas itu. Ketika para undangan diajak berkeliling melihat sarana dan fasilitas belajar, mereka bisa melihat beberapa siswa SMA yang sedang membuat kue kering atau hasil kerajinan seperti keset terbuat dari ayaman serpihan kain. Tentu, bukan hal mudah untuk memunculkan potensi seperti itu. Sebab, bagi mereka melakukan gerakan, berpindah tempat belajar, dan bicara pun sangat sulit. Pendidikan yang membuat mereka bisa seperti itu. Menurut Ketua Pembina YPAC Bandung, dr. Kusnandi Rusmil, Sp.A.(K), anak merupakan harapan masa depan bangsa. Mereka mempunyai tanggung jawab besar untuk menjaga bangsa tetap eksis. Namun untuk mencapai hal tersebut tidak datang begitu saja, tetapi perlu dibantu. "Anak membutuhkan kasih sayang, pendidikan, dan pendidikan perawatan anak. Untuk memenuhi kebutuhan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus ini, diperlukan guru yang khusus pula. Keperluan guru khusus ini, kami dibantu pemerintah", katanya. Hal senada diungkapkan Ketua YPAC Kota Bandung, Ir. Achmad Firmansam. Menurut dia, pendidikan sangat penting bagi mereka. Demikian pula, semakin tinggi pendidikan yang bisa dicapai, semakin banyak peluang yang akan diperoleh. "Banyaknya peluang, akan mengurangi sedikit permasalahan berkaitan dengan penyandang cacat", ujarnya. (Yeni Ratnadewi/PR)***
Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar. Silahkan login atau daftar. Powered by AkoComment 2.0! |
|
|
|
|
|
| AWI: Angklung Web Institute © 2007
center of knowledge and competence of angklung
service@angklung-web-institute.com
|
|
|