|
 |
| |
| Saturday, 19 May 2012 |
Mail to AWI: service@angklung-web-institute.com |
|
|
Who's Online |
|
Ada 86 Tamu Online |
|
AWI Members |
 | 1815 terdaftar |
 | 0 hari ini |  | 3 minggu ini |  | 158 bulan ini |  | Terbaru: sansansajidan | |
|
AWI WebStat |
Anggota: 1817
Berita: 710
WebLinks: 7
|
|
|
|
|
ANGKLUNG JADI PUSAKA DUNIA? (Pikiran Rakyat, 18 April 2006) |
|
|
|
Ditulis Oleh: Budi Supardiman
|
|
Tuesday, 18 April 2006 |
|
Akan Diusulkan ke UNESCO Bersama Tembang Cianjuran dan Debus
BANDUNG, (PR).- Sebagian besar kekayaan seni budaya Jawa Barat kurang
terpelihara. Sebagian di antaranya mendekati kepunahan, bahkan sudah
punah karena ditinggalkan dan tidak dipelihara ahli warisnya.
Untuk membantu upaya pelestariannya, Duta Besar Republik Indonesia
untuk UNESCO, Dr. Aman Wirakartakusumah, akan berupaya me¬masukkan
sejumlah karya seni dan budaya Jawa Barat seperti tembang cianjuran,
sebagai pusaka dunia. "Hingga tahun 2005, baru wayang dan keris yang
masuk dalam pusaka dunia yang kini jumlahnya mencapai 90 buah," ujar
Aman saat mengunjungi Padepokan Wayang Golek Giri Hardja 3 milik Asep
Sunandar Sunarya, di Jelekong, Ciparay, Kab. Bandung, Senin (17/4).
Turut mendampingi Aman Wirakartakusumah, Sekda Jabar Ir. H. Setia
Hidayat, Rektor Unpad, Prof. Dr. H.A. Himendra Wargahadibrata, Direktur
Pascasarjana Unpad, Prof. Dr. Drs. H.E. Djadja Saefullah, M.A.,
Kadisbudpar Jabar, Drs. H.I. Budhyana, M.Si., Pemimpin Umum HU Pikiran
Rakyat, H. Syafik Umar, Ketua DPD Golkar Jabar, Uu Rukmana serta
sejumlah tokoh seniman dan budayawan Jawa Barat. Kunjungan Aman
berkaitan dengan tugasnya di UNESCO untuk mengembangkan wayang di
Indonesia, khususnya di Jawa Barat.
"Selain itu, kami juga terus mengupayakan agar lebih banyak lagi pusaka
nusantara lain yang masuk sebagai pusaka dunia. Yang kami perjuangkan
tahun ini, antara lain, angklung, tembang cianjuran, debus, karapan
sapi, dan reog," ujar Aman.
Menurut dia, mulai 20 April 2006 akan diberlakukan Konvensi Pelestarian
Pusaka Lisan dan Tak Benda. Saat ini, UNESCO telah mengakui sebanyak 90
pusaka lisan dan tak benda dari seluruh penjuru dunia.
Konvensi lain produk UNESCO adalah Perlindungan dan Promosi
Keanekaragaman Ekspresi Budaya. "Konvensi ini menyatakan bahwa
keanekaragaman budaya adalah warisan bersama umat manusia untuk
dipertahankan berdasarkan etika, rasa hormat dan kemanusiaan," ujar
Aman.
Tak terpelihara
Sekda Jabar, Ir. H. Setia Hidayat menegaskan, Jawa Barat memiliki
kekayaan lebih dari 250 jenis seni budaya. Kekayaan tersebut selama ini
diakui sebagai pusaka warisan leluhur, namun kondisi pada umumnya
kurang terpelihara, mendekati kepunahan bahkan sudah punah karena
ditinggalkan dan tidak dipelihara para ahli warisnya.
Berdasarkan konvensi UNESCO, beberapa di antaranya sudah dapat
dimasukkan sebagai benda pusaka dunia yang harus dipertahankan. "Tapi
kalau kita tidak memeliharanya, bagaimana akan diakui sebagai pusaka
dunia, kalau seni tradisinya saja sudah punah," ujarnya.
Sementara Rektor Unpad, Prof. Dr. H.A. Himendra Wargahadibrata,
mengatakan, sebagai lembaga pendidikan, Unpad mendukung sepenuhnya
upaya menjaga kelestarian dan kelangsungan seni budaya, khususnya seni
budaya yang dimiliki Jawa Barat. "Selain memberikan kebebasan kepada
para mahasiswa, kami juga memberikan kemudahan dan kesempatan bagi
mahasiswa yang memiliki kemampuan dalam bidang seni budaya Jabar," ujar
Himendra.
Ia pun mendukung upaya yang dilakukan Dubes RI untuk UNESCO agar seni
budaya Jabar menjadi pusaka dunia. "Kalau tidak kita orang Jawa Barat
sendiri yang mendukung melalui pelestarian dan pengembangan, lantas
siapa lagi," ujar Himendra.
Kedatangan Dubes RI untuk UNESCO beserta rombongan disuguhi pergelaran
seni beladiri pencak silat, tari jaipongan, dan suguhan wayang golek
dengan dalang Asep Sunandar Sunarya. Selain itu, rombongan juga
meninjau padepokan yang baru selesai 50%, serta proses pembuatan wayang
golek. (A-87)***
Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar. Silahkan login atau daftar. Powered by AkoComment 2.0! |
|
|
|
|
|
| AWI: Angklung Web Institute © 2007
center of knowledge and competence of angklung
service@angklung-web-institute.com
|
|
|