1. Pemain
Sejumlah pemain yang telah memiliki komitmen untuk berlatih bersama
diperlukan untuk dapat dicapainya tim angklung prestasi. Jumlah anggota
tim angklung yang disarankan adalah antara 20 sampai dengan 40 anggota.
Selain pemain sejulah itu, dapat disertakan sebagai pemain lainnya
sebagai pemain alat musik tambahan yaitu: pemain bass, angklung
akompanyemen dan ko-akompanyemen, pemain alat musik tambahan lainnya
(misal cymbal, kendang, atau lainnya sesuai kperluan lagu), beserta
seorang dirigen. Namun demikian, untuk keperluan festival
(pertandingan) musik angklung panitia mensyaratkan seluruh jumlah
pemain termasuk pemain alat musik tambahan dan dirigen antara 35 – 40
orang.
Format barisan pemain sewaktu memainkan angklung adalah berbaris
(banjar) seperti halnya susunan penyanyi paduan suara, dengan seorang
dirigen di tengah depan pemain.
2. Angklung
Angklung yang dibutuhkan disesuaikan dengan sejumlah pemain, dengan rata-rata pemain memainkan dua atau tiga angklung.
Agar lagu dimainkan dengan baik, disarankan angklung melodi dibagikan
sesuai ketentuan pembagian angklung seperti penjelasan di bawah.
3. Lagu (Aransmen) dalam Partitur
Lagu yang akan dilatihkan sebaiknya telah dipersiapkan. Lagu
tersebut dapat dituliskan dalam partitur besar, yang biasanya
dapat dituliskan baik dalam bentuk kain maupun karton besar dengan
ukuran huruf yang bisa terbaca oleh seluruh pemain (missal 3 cm).
Partitur besar ini akan ditunjuk oleh pelatih sewaktu melatihkan lagu.
4. Pelatih
Pelatih sebaiknya telah mempersiapkan lagu yang akan dimainkan beserta
tingkat kesulitannya, angklung yang dipegang masing-masing pemain dan
rencana latihan yang akan dilakukan. Dalam kebanyakan kasus pelatih yng
akan menjadi dirigen, meskipun tidak selalu demikian.
5. Ruangan
Ruangan dengan ukuran kelas yang dapat memuat seluruh pemain angklung
beserta alat musik tambahan adalah ruangan yang cukup ideal.
6. Pembagian Angklung
Untuk menghasilkan permainan lagu yang baik, disarankan angklung yang
dibagikan kepada pemain tidaklah sembarang, melainkan mengikuti
ketentuan tertentu.
Salah satu ketentuan membagikan angklung kepada pemain yang pernh
dilakukan dalah berdasarkan tabel pembagian angklung, yang telah
diracang oleh tokoh angklung Bapak Moch. Hidayat Winitasasmita. (Tabel
Hidayat). Tabel ini telah dirancang sedemikian rupa agar untuk
kebanyakan lagu, angklung yang telah dibagikan kepada para pemain tidak
menimbulkan bentrok, yaitu dua atau lebih angklung harus dimainkan
bersamaan oleh satu orang pemain sekaligus.
Berikut tabel pembagian angklung menggunakan Tabel Hidayat:
7. Penentuan Nada Dasar Lagu Angklung
Dalam permainan angklung, satu nomor angklung mewakili satu nada tertentu dalam suatu lagu.
Dalam prakteknya, nada dasar menentukan angklung mana yang harus
dimainkan untuk mewakili nada tertentu. Perubahan nada dasar dengan
sendirinya mengubah semua nomor angklung yang harus mewakili nada pada
lagu. Dengan demikian nada dasar dari suatu lagu harus ditentukan
terlebih dahulu sebelum latihan dimulai, dan penentuan nada tersebut
dengan sendirinya akan menentukan nomor angklung yang akan mewakili
suatu nada dalam lagu tersebut..
Untuk mempermudah penentuan nada bagi setiap nomor angklung, berikut
ini disampaikan tabel padanan nada beserta nomor angklungnya untuk
setiap nada dasar.
(Tabel Nomor = Nada untuk tiap nada dasar).
Dalam musik angklung, nada dasar suatu lagu sangat menentukan permainan
suatu tim angklung. Lain halnya dengn paduan suara yang relatif lebih
mudah jika menaikkan nada dasar (overtone), tetapi untuk musik angklung
menjadi lebih sulit karena akan mengganti nomor angklung yang dimainkan
sehingga harus dihafal kembali dari awal.
Demikian pula pada saat memulai lagu, penentuan nada dasar sangat
menentukan agar latihan tetap konsisten sehingga kemajuan permainan tim
dapat dikembangkan lebih baik.
Metoda Berlatih
Berikut disampaikan urutan sederhana pelaksanaan dalam suatu latihan:
- Penyiapan prasarana latihan
- Pembagian angklung
- Pembukaan latihan: biasanya dimulai dengan do’a dan pengarahan dari pelatih atau pembina.
- Pemanasan dengan membunyikan angklung nada pendek dan panjang bersama-sama selama tiga sampai lima menit.
- Memulai memainkan lagu yang dilatihkan dengan menunjuk partitur lagu.
- Dilanjutkan dengan menghaluskan permainan serta menghafalkan lagu.
- Dicoba untuk beberap lagu lainnya (biasanya untuk satu kali latihan dapat dilatihkan antara dua sampai tiga lagu).
- Evaluasi
- Ditutup dengan do’a.
Tahapan Penguasaan Lagu Angklung
Adapun tahapan penguasaan lagu angklung adalah sebagai berikut:
1. Baca/Tunjuk
Dalam tahap ini pelatih biasanya menunjuk partitur besar lagu diikuti
pemain memainkan nadanya. Untuk langkah awal pelatih dapat menunjuk
baris demi baris untuk dipastikan bahwa semuanya berbunyi, dan
selanjutnya dapat ditunjuk untuk semua suara (pelatih menunjuk
suara pertama / lagunya, dan semua nada yang mengiringi / di bawah
suara pertama ikut dimainkan juga).
Hal ini dilakukan secara berulang dari awal lagu sampai akhir lagu
sehingga pemain menguasai lagu secara menyeluruh.Disarankan pelatih
tidak melatihkan semua bagian lagu, tetapi secara bertahap bagian demi
bagian lagu (dari bagian awal, tengah hingga akhir lagu). Hal ini
dirasakan akan lebih mudah bagi pemain untuk menguasai, terutama untuk
lagu yang panjang.
2. Lepas/Tanpa Ditunjuk
Pada tahap ini setelah lagu sudah cukup dikuasai pemain, pelatih dapat
memulai untuk melatihkan lagu tanpa menunjuk partitur besar lagu.
Diharapkan dengan cara ini pemain sudah mulai terbiasa untuk
menghafalkan lagu dan bermain tanpa partitur besar. Proses melepas
penunjukan partitur besar dapat dilakukan juga secara bertahap dari
bagian lagu yang sudah paling dikuasai, dan untuk bagian lagu yang
masih belum lancar tetap ditunjuk.
3. Hafal
Pada tahap ini pelatih sudah tidak menunjuk partitur besar sama sekali,
tetapi sudah digantikan oleh aba-aba tangan pelatih seperti halnya
seorang dirigen meberikan aba-aba. Bila perlu, pelatih dapat membantu
juga menunjuk pemain untuk memainkan angklung yang harus dibunyikan
untuk membantu agar pemain dapat lebih cepat menghafal lagu.
4. Pengembangan Permainan
Setelah lagu dikuasai dengan baik, pelatih bersama pemain dapat lebih
meningkat permainan lagu angklung. Misalnya untuk mengembangkan
dinamika permainan, menyamakan persepsi dan aba-aba antara dirigen dan
pemain, serta meningkatkan teknik permainan (seperti teknik tengkap dan
penghayatan lagu).
Lama dan Frekuensi Berlatih Angklung
Lama berlatih yang disarankan adalah 1 – 1,5 jam per satu kali latihan.
Untuk tim angklung yang baru memulai latihan atau latihan rutin ringan
tanpa menghadapi suatu pementasan, dapat dilakukan latihan dengan
frekuensi 1 kali satu seminggu.
Frekuensi latihan dapat ditingkatkan 2 kali atau lebih perminggu untuk angklung prestasi / menghadapi pementasan.
Bagi tim angklung baru, untuk tampil dari permulaan dengan target 2
bulan pementasan, selama 1 bulan pertama latihan rutin dapat dilakukan
dengan frekuensi 1 x seminggu, dilanjutkan dengan 2 x seminggu 2 minggu
berikutnya, dan dilanjutkan 3 x seminggu atau lebih (tau setiap hari)
untuk 2 mingu berikutnya, sehingga diharapkan selama waktu 2 bulan ini
lagu dapat dikuasai dan tim siap untuk pentas.
Diharapkan dalam 1 bulan pertama latihan lagu sudah dapat dilepas
(dimainkan tanpa ditunjuk) dan dua minggu berikutnya sudah dapat
dhafalkan untuk dikembangkan lebih lanjut pada dua minggu terakhir.
Bilamana progres latihan blum seperti yang diharapkan, disarankan untuk
meningkatkan fekuensi latihan atau mengubah strategi latihan.
Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar.
Silahkan login atau daftar.