|
 |
| |
| Tuesday, 06 January 2009 |
Mail to AWI: service@angklung-web-institute.com |
|
|
Who's Online |
|
Ada 10 Tamu Online |
|
AWI Members |
 | 763 terdaftar |
 | 0 hari ini |  | 4 minggu ini |  | 48 bulan ini |  | Terbaru: sk8gr8 | |
|
AWI WebStat |
Anggota: 764
Berita: 658
WebLinks: 7
|
|
|
|
|
KONSER AMAL UQISA KUMPULKAN 4.660 DOLAR AUSTRALIA (Gatra.com, 27 Januari 2005) |
|
|
|
Ditulis Oleh: Budi Supardiman
|
|
Thursday, 27 January 2005 |
|
Brisbane - Konser amal Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Universitas Queensland
(UQISA) yang berlangsung di dua tempat di Brisbane, 22-23 Januari 2005,
berhasil mengumpulkan sumbangan publik bagi korban bencana tsunami di
Aceh lebih dari 4.660 dolar Australia.
"Jumlah keseluruhan dana sumbangan itu masih dihitung," kata Presiden UQISA Nur Iswanto, di Brisbane, Kamis.
Konser amal untuk Aceh yang penyelenggaraannya bekerjasama dengan
Komunitas Bali di Queensland (BCQ) itu berlangsung di Holt Room, Union
Complex, kampus UQ St. Lucia dan Queens Stret Mall Brisbane, katanya.
Kedua acara bertema "Hand in Hand for Aceh" (Bergandengan Tangan untuk
Aceh) ini mendapat sambutan meriah dari ratusan warga Indonesia dan
Australia, kata Nur.
Bahkan, acara yang diisi dengan kesenian tradisional, seperti Tari
Panyembrama, Konser Angklung, Gamelan Toowoomba, dan Tari kecak itu,
kata Nur, juga menjadi ajang memperkenalkan keragamanan budaya
Indonesia kepada warga Australia dan warga asing lain yang hadir.
Konser malam amal untuk membantu para korban bencana tsunami di
provinsi paling barat Indonesia ini juga dibantu oleh sejumlah aktivis
Indonesia dari Universitas Teknologi Queensland (QUT) dan Universitas
Queensland Tengah (CQU).
Dana yang terkumpul dari kedua acara itu akan disalurkan kepada para
korban melalui Dompet Kamanusiaan Indonesia Menangis Harian Media
Indonesia, kata Nur seraya menambahkan, pihaknya pun bekerjasama dengan
Palang Merah Australia dalam pengumpulan dana publik pada konser amal
hari kedua yang berlangsung di Queens Street Mall.
Bencana tsunami yang dipicu oleh gempa tektonik berkekuatan sekitar
sembilan pada Skala Richter di Samudera Hindia, 26 Desember 2004 itu,
menghancurkan sejumlah tempat di Indonesia, Srilanka, India, Thailand,
Malaysia, dan Maladewa.
PBB memperkirakan, lebih dari 150.000 orang tewas dalam bencana ini.
Sebagian besar berada di Banda Aceh, Maulaboh dan sejumlah daerah lain
di provinsi paling barat Indonesia, NAD. [TMA, Ant]
Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar. Silahkan login atau daftar. Powered by AkoComment 2.0! |
|
|
|
|
|
| AWI: Angklung Web Institute © 2007
center of knowledge and competence of angklung
service@angklung-web-institute.com
|
|
|