|
 |
| |
| 2012年 May 19日 Saturday |
Mail to AWI: service@angklung-web-institute.com |
|
|
Who's Online |
|
83 人のゲスト がオンラインです。 |
|
AWI Members |
 | 1815 registered |
 | 0 today |  | 3 this week |  | 158 this month |  | Last: sansansajidan | |
|
AWI WebStat |
登録メンバー数: 1817
登録記事数: 710
登録WebLink数: 7
|
|
|
|
|
CALUNG (e-travelplan.com) |
|
|
|
投稿者 Budi Supardiman
|
|
2006年 January 01日 Sunday |
|
Calung adalah alat musik Sunda yang merupakan prototif dari Angklung.
Berbeda dengan angklung, cara menabuh calung adalah dengan
memukul-mukul batang (wilahan) dari ruas-ruas (tabung bambu) yang
tersusun menurut titi laras (tangga nada) pentatonik (da-mi-na-ti-la).
Jenis bambu untuk pembuatan calung kebanyakan dari awi wulung (bambu
hitam), namun ada pula yang dibuat dari awi temen (bambu yang berwarna
putih).
Pengertian calung selain sebagai alat musik juga melekat dengan sebutan
seni pertunjukan. Ada dua bentuk calung Sunda yang dikenal, yakni
calung rantay dan calung jinjing.
Calung rantay bilah tabungnya dideretkan dengan tali kulit waru (lulub)
dari yang terbesar sampai yang terkecil, jumlahnya 7 wilahan (7 ruas
bambu) atau Iebih. Komposisi alatnya ada yang satu deretan dan ada juga
yang dua deretan (calung indung dan calung anak/calung rincik). Cara
memainkan calung rantay dipukul dengan dua tangan sambil duduk
bersilah, biasanya calung tersebut diikat di pohon atau bilik rumah
(calung rantay Banjaran-Bandung), ada juga yang dibuat ancak "dudukan"
khusus dari bambu/kayu, misalnya calung tarawangsa di Cibalong dan
Cipatujah, Tasikmalaya, calung rantay di Banjaran dan Kanekes/Baduy.
Adapun calung jinjing berbentuk deretan bambu bernada yang disatukan
dengan sebilah kecil bambu (paniir). Calung jinjing terdiri atas empat
atau lima buah, seperti calung kingking (terdiri dari 12 tabung bambu),
calung panepas (5 /3 dan 2 tabung bambu), calung jongjrong(5 /3 dan 2
tabung bambu), dan calung gonggong (2 tabung bambu).
Kelengkapan calung dalam perkembangannya dewasa ini ada yang hanya
menggunakan calung kingking satu buah, panempas dua buah dan calung
gonggong satu buah, tanpa menggunakan calung jongjrong Cara
memainkannya dipukul dengan tangan kanan memakai pemukul, dan tangan
kiri menjinjing/memegang alat musik tersebut. Sedangkan teknik
menabuhnya antar lain dimelodi, dikeleter, dikemprang, dikempyung,
diraeh, dirincik, dirangkep (diracek), salancar, kotrek dan solorok.
Jenis calung yang sekarang berkembang dan dikenal secara umum yaitu
calung jinjing. Calung jinjing adalah jenis alat musik yang sudah lama
dikenal oleh masyarakat Sunda, misalnya pada masyarakat Sunda di daerah
Sindang Heula - Brebes, Jawa tengah, dan bisa jadi merupakan
pengembangan dari bentuk calung rantay. Namun di Jawa Barat, bentuk
kesenian ini dirintis popularitasnya ketika para mahasiswa Universitas
Padjadjaran (UNPAD) yang tergabung dalam Departemen Kesenian Dewan
Mahasiswa (Lembaga kesenian UNPAD) mengembangkan bentuk calung ini
melalui kreativitasnya pada tahun 1961. Menurut salah seorang
perintisnya, Ekik Barkah, bahwa pengkemasan calung jinjing dengan
pertunjukannya diilhami oleh bentuk permainan pada pertunjukan reog
yang memadukan unsur tabuh, gerak dan lagu dipadukan. Kemudian pada
tahun 1963 bentuk permainan dan tabuh calung lebih dikembangkan lagi
oleh kawan-kawan dari Studiklub Teater Bandung (STB; Koswara
Sumaamijaya dkk), dan antara tahun 1964 - 1965 calung Iebih
dimasyarakatkan lagi oleh kawan-kawan di UNPAD sebagai seni
pertunjukan yang bersifat hiburan dan informasi (penyuluhan (Oman
Suparman, la Ruchiyat, Eppi K., Enip Sukanda, Edi, Zahir, dan
kawankawan), dan grup calung SMAN 4 Bandung (Abdurohman dkk).
Selanjutnya bermunculan grup-grup calung di masyarakat Bandung,
misalnya Layung Sari, Ria Buana, dan Glamor (1970) dan lain-lain,
hingga dewasa ini bermunculan nama-nama idola pemain calung antara lain
Tajudin Nirwan, Odo, Uko Hendarto, Adang Cengos, dan Hendarso.
Perkembangan kesenian calung begitu pesat di Jawa Barat, hingga ada
penambahan beberapa alat musik dalam calung, misalnya kosrek, kacapi,
piul (biola) dan bahkan ada yang melengkapi dengan keyboard dan gitar.
Unsur vokal menjadi sangat dominan, sehingga banyak bermunculan vokalis
calung terkenal, seperti Adang Cengos, dan Hendarso.
|
Written by byes on 2009-04-02 00:37:10 ari manawi teh angklung, ke lah urang riron pangalaman |
Only AWI Member can write comments. Please login or register. Powered by AkoComment 2.0! |
|
|
|
|
|
| AWI: Angklung Web Institute © 2007
center of knowledge and competence of angklung
service@angklung-web-institute.com
|
|
|