|
 |
| |
| Wednesday, 07 January 2009 |
Mail to AWI: service@angklung-web-institute.com |
|
|
Who's Online |
|
We have 4 guests online |
|
AWI Members |
 | 763 registered |
 | 0 today |  | 4 this week |  | 48 this month |  | Last: sk8gr8 | |
|
AWI WebStat |
Members: 764
News: 658
WebLinks: 7
|
|
|
|
|
MEGA: SITUASI KONDUSIF PENTING UNTUK PERKEMBANGAN BUDAYA (Liputan6.com, 26 Juni 2002) |
|
|
|
Written by Budi Supardiman
|
|
Wednesday, 26 June 2002 |
Liputan6.com, Denpasar: Kesamaan pemahaman dan gerak sangat diperlukan
untuk memajukan kebudayaan bangsa. Untuk itu, sudah sepatutnya bila
masyarakat tetap memelihara keanekaragaman budaya. "Situasi kondusif
juga sangat mendukung kelahiran kreasi baru dalam memperkaya budaya
bangsa," kata Presiden Megawati Sukarnoputri saat membuka Pekan
Kesenian Bali (PKB), baru-baru ini, di Monumen Perjuangan Bajra Sandhi
Niti Mandala Renon, Denpasar. Acara ini diikuti seluruh seniman di Bali
dan dua peserta dari Jepang serta Korea.
Mega mengaku sangat memperhatikan kegiatan kesenian dan kebudayaan.
Bahkan, ketika pembukaan PKB dijadwalkan digelar Sabtu 22 Juni 2002, ia
meminta agar diundur. Sebab, hari Sabtu Mega masih berada di Eropa
dalam rangka kunjungan lawatan ke beberapa negara.
Sejumlah kesenian, seperti jegog (Jembrana), musik kokokan (Tabanan),
selonding (Bangli), gebuk ende (Karangasem), tari jro jempiring
(Buleleng), dan gong suling (Gianyar) ditampilkan dalam PKB kali ini.
Sedangkan peserta dari Korea menampilkan kesenian jeju dan Jepang
menyajikan angklung. Selain penduduk Bali, agenda rutin tahun ini juga
tak luput dari perhatian wisatawan asing.(ULF/Yudah Prakoso dan Iwan
Gunawan)
Only AWI Member can write comments. Please login or register. Powered by AkoComment 2.0! |
|
|
|
|
|
| AWI: Angklung Web Institute © 2007
center of knowledge and competence of angklung
service@angklung-web-institute.com
|
|
|