|
 |
| |
| Wednesday, 07 January 2009 |
Mail to AWI: service@angklung-web-institute.com |
|
|
Who's Online |
|
Ada 19 Tamu Online |
|
AWI Members |
 | 763 terdaftar |
 | 0 hari ini |  | 4 minggu ini |  | 48 bulan ini |  | Terbaru: sk8gr8 | |
|
AWI WebStat |
Anggota: 764
Berita: 658
WebLinks: 7
|
|
|
|
|
MELALUI ANGKLUNG YOES ROESADI BERKELILING DUNIA (Liputan6.com, 17 Juli 2005 |
|
|
|
Ditulis Oleh: Budi Supardiman
|
|
Sunday, 17 July 2005 |
Liputan6.com, Jakarta: Dua tangan lelaki berambut uban itu dengan
cekatan memainkan sederetan alat musik angklung yang ada di depannya.
Lagu Cucak Rowo ia perdengarkan melalui alat musik bambu itu kepada
para penonton yang ada di salah satu kawasan wisata di Jakarta. Lelaki
itu bernama Yoes Roesadi, seorang seniman tradisional yang telah
memainkan alat musik khas Jawa Barat sejak puluhan tahun silam.
Menurut Yoes, kecintaannya memainkan angklung dimulai saat ia
mengdengarkan kemerduan alunan musik bambu ini pada puluhan tahun
silam. Di usia 69 tahun, pria ini masih tetap setia memainkan angklung.
Berkat kepiawaiannya itu, bersama grup Arumba yang dibentuknya pada
tahun 1970, ia kerap diundang oleh negara-negara dunia untuk
mempertunjukkan kebolehannya. Tidak hanya itu, berbagai macam piagam
penghargaan diraihnya saat pentas di mancanegara.
Semua itu bisa diraihnya berkat ketekunannya memainkan alat musik bambu
itu. Hingga kini, keseharian pria asal Jawa Barat itu tak bisa
dipisahkan dari angklung. Setiap kali ada waktu, ia selalu
menggunakannya untuk membuat sebuah angklung. Bagi dirinya, alat musik
yang sudah ada sejak 1920 silam ini mungkin sudah ibarat istri kedua.
Di rumahnya, ratusan angklung tersimpan di sebuah ruangan di lantai
atas kediamannya. Setidaknya ada 300 alat musik bambu milik Yoes
tersimpan di ruang itu. Termasuk angklung yang digunakannya saat pentas
pada era 1960-an. Selain itu, di pinggir tangga rumah pemain angklung
senior ini juga bergelantungan angklung.
Yoes pun tidak pernah bosan dalam memperkenalkan salah satu alat musik
khas Indonesia ini. Kegiatan itu sudah ia lakukan sejak tahun 1965.
Tujuannya agar angklung dapat terus dikenal masyarakat luas dan tidak
punah di tengah maraknya alat musik modern. "Sejak dulu saya tidak
memikirkan besarnya honor, karena saya ingin mengangkat citra
angklung," tutur dia.
Selain itu, ia mempunyai cita-cita untuk mendirikan sekolah musik
angklung. Namun, karena tidak ada dananya cita-cta itu sampai kini
tidak terwujud. Sementara kelompok musik Arumba yang pernah dibentuknya
telah bubar. Personelnya, menurut Yoes, telah main di mana-mana.
"Sekarang banyak musik-musik asing yang datang ke sini. Jadi tidak
laku," ujar Yoes.
Belum lama ini, salah satu kawasan wisata di Jakarta mengundang Yoes
untuk mempertontonkan permainan angklung solonya. Dalam setiap
pertunjukannya, suami dari Sukesti Yuhana ini selalu mengajak penonton
untuk belajar memainkan angklung-angklung miliknya. Dalam memandu
penonton dalam memainkan angklungnya, Yoes dibantu dengan kain warna
putih yang bertuliskan tujuh not tangga lagu.
Tak sampai lima menit, ia berhasil mengajari penonton sepenggal lagu
anak-anak, Burung Kakak Tua. Kegembiraan pun tampak pada wajah para
penonton yang hari itu untuk kali pertama berhasil memainkan angklung.
Sebuah alat musik yang belum pernah mereka mainkan sebelumnya. Menurut
Yoes, dengan ketelatenan yang tinggi setiap orang dapat memainkan
angklung dengan irama apa pun.
Selain angklung, sebuah alat musik menyerupai kolintang yang disebut
sebagai celofon bambu ia ciptakan. Bilah-bilah bambu itu dapat
menghasilkan berbagai macam instrumen musik. Kepada SCTV, Yoes unjuk
kebolehan dengan memainkan instrumen lagu Es Lilin. Alunan-alunan nada
itu ia pelajari secara otodidak dengan ketelatenan yang tinggi sebagai
pelestari alat musik tradisi asli Indonesia.(BOG/Cindy Agustina dan Amar Sujarwadi)
Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar. Silahkan login atau daftar. Powered by AkoComment 2.0! |
|
|
|
|
|
| AWI: Angklung Web Institute © 2007
center of knowledge and competence of angklung
service@angklung-web-institute.com
|
|
|