Update halaman muka setiap tanggal 17. AWI Website menyediakan beragam item terkait musik angklung seperti: course material, artikel, kliping berita, partitur lagu, form dan tool untuk membantu pelatih dan tim angklung.
AWI concern dalam pengembangan kompetensi dan komunitas angklung melalui dukungan antara lain: layanan asistensi, pelatih dan sarana latihan angklung bagi tim pemula maupun mahir, angklung course untuk pelatih dan dirigen angklung, arranger angklung, pembuatan serta pemeliharaan/P3K angklung, layanan performance angklung untuk event melalui INSPERTO AWI Arumba Orchestra dan Temen AWI Angklung Orchestra, jasa asistensi tim angklung pemula maupun mahir untuk program pementasan domestik maupun antar negara, layanan training / outbound Pengembangan SDM melalui media angklung, jasa penyusunan lagu / aransemen angklung, souvenir angklung dan CD / kaset lagu-lagu angklung yang dapat dibuat secara khusus sesuai keperluan tim / perusahaan / instiutusi Anda.
Jakarta, Belajar angklung menjadi kegiatan yang menarik bagi Presiden SBY dan Ny. Ani Yudhoyono. Keduanya belajar dengan mainkan lagu anak-anak.
Bukan hanya Presiden SBY dan Ny Ani Yudhoyono yang belajar angklung pagi ini. Tiga ratusan orang yang hadir ikut belajar. Di antaranya terlihat Wakil Ketua MPR AM Fatwa, Wakil Ketua DPD Irman Gusman, Gubernur Fauzi Bowo, Mensesneg Hatta Rajasa, dan Menneg PAN Tauiq Effendi.
Para hadirin yang nampaknya baru kali pertama ini memegang angklung itu belajar memainkannya dengan arahan Lia dari Saung Mang Ujo, Bandung. Lagu terkenal yang dipilih adalah untuk latihan adalah 'Di Sini Senang, Di Sana Senang'.
Tanggal 13 Mei 2008 adalah bertepatan dengan peringatan 100 Tahun kelahiran Bapak Angklung Daeng Soetigna. Beliau dilahirkan di Garut 13 Mei 1908 dan sewaktu beliau menjadi Guru di Kuningan tahun 1938 melakukan inovasi modifikasi musik angklung dari alat musik pentatonis menjadi alat musik diatonis kromatis sehingga dapat memainkan lagu internasional. Kecintaan beliau akan musik angklung yang sangat bermanfaat bagi pendidikan character building anak didiknya, membuat beliau senantiasa membawa misi ini dalam setiap pementasannya sehingga diakui PGRI dan akhirnya Menteri Pendidikan RI menetapkan musik angklung sebagai alat musik pendidikan melalui SK Menteri No 82/1968.
Menindaklanjuti rencana event memperingati 100 Tahun Bapak Angklung Daeng Soetigna ini Masyarakat Musik Angklung (MMA) bekerjasama dengan Angklung Web Institute (AWI) beserta Keluarga Besar Daeng Soetigna berencana menyelenggarakan event "Peringatan 100 Tahun Bapak Angklung Daeng Soetigna" sebagai wujud syukur atas pencapaian musik angklung yang dikembangkan Bapak Angklung melalui acara syukuran atas penghargaan dari pemerintah RI kepada Alm. Daeng Soetigna, peluncuran Buku Biografi Daeng Soetigna serta konser Musik Angklung. Acara yang semula direncanakan Agustus 2008 di Bandung ini berhubung skala kegiatannya diperbesar dengan mengundang tim tamu dari berbagai negara seperti Singapura, Malaysia, Filipina dan negara Eropa, waktu penyelanggaraannya disesuaikan menjadi 25-26 November 2008 melalui rangkaian kegiatan konser serta seminar, dengan tempat Gedung Merdeka dan beberapa hotel di Bandung. Untuk informasi acara silahkan menghubungi .
Angklung Web Institute (AWI) saat ini telah membentuk media sharing musik angklung melalui program latihan yang saat ini telah berjalan secara rutin setiap hari Rabu dan Sabtu jam 15.00-17.00 untuk latihan tim angklung pro (Temen AWI Angklung Orchestra Pro) serta tiap Minggu jam 11.00 - 13.00 untuk tim pemula (Temen AWI Fun). Sedangkan latihan tim arumba INSPERTO AWI Arumba Orchestra setiap Rabu dan Sabtu 16.00-19.00.
Tempat latihan di Lantai 2 Braga City Walk (BCW) Jl. Braga Bandung, melalui kerjasama antara Angklung Web Institute (AWI) dengan Management Braga City Walk Bandung. Tujuan dari pembentukan program ini adalah sebagai media sharing pengetahuan musik angklung di antara sesama peserta, penyaluran hobby di waktu senggang serta pengembangan kemampuan pribadi maupun tim melalui rencana pementasan dalam waktu dekat baik di dalam maupun di luar negeri.
Sehubungan dengan hal tersebut AWI mengundang individu yang masih ingin berpartisipasi / bergabung dalam latihan tim angklung / arumba ini untuk langsung hadir pada waktu kegiatan latihan (tidak dipungut biaya dan tidak mengikat), dan bagi yang berminat dan/atau memerlukan info lebih lanjut dipersilahkan mengirimkan email kepada .
Selanjutnya apabila memerlukan jasa pelatih, lagu angklung, sarana latihan angklung secara gratis serta asistensi tim angklung, AWI menyediakan sarana, pelatih serta jasa asistensi (Temen AWI Assisstance) untuk latihan secara gratis di Braga City Walk (Berjangka waktu), dan untuk informasi detailnya dapat melalui email atau menghubungi representatif kami Sdr. Ady Lukito di 0813 2004 2420.
Angklung Web Institute (AWI) saat ini telah mulai menyelenggarakan pelatihan musik angklung (AWI Angklung Course) baik domestik maupun internasional, dengan jenis course yang tersedia saat ini adalah: pelatih angklung, conductor angklung, arranger angklung, pembuatan angklung, pemeliharaan angklung, serta HR Development / Outbound SDM menggunakan media Angklung.
Pada tanggal 16 Agustus 2008 ini telah berhasil lulus 8 pelatih angklung baru bersertifikat "Angklung Trainer" setelah mengikuti kursus sejak 21 Juni 2008 (8 kali pertemuan). Sebelumnya tanggal 2 Agustus 2008 AWI telah meluluskan pula 3 pelatih angklung baru yang bersertifikat. Direncanakan akan ada 8 pelatih angklung baru lagi pada akhir Agustus 2008 ini yang siap melatih di banyak tim angklung yang saat ini sudah meminta dukungan layanan AWI untuk melatih.
Direncanakan nama para pelatih baru bersertifikat ini akan ditayangkan namanya di situs AWI dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris) dalam list pelatih angklung bersertifikat untuk membantu memenuhi kebutuhan pelatih angklung yang dirasakan masih banyak dibutuhkan saat ini baik domestik maupun mancanegara.
Bagi yang berminat AWI Angklung Course maupun yang membutuhkan informasi lebih lanjut, dapat mengirimkan e-mail ke atau menghubungi representatif kami Sdr. Ady Lukito di 0813 2004 2420.
Selama dua hari (17-18 Juni 2008), Raffles Girls’ School (Secondary) menyelenggarakan simposium angklung yang pertama di Singapura. Ide ini muncul dari guru angklung sekolah tersebut yaitu Faridah Jamal.
Dua tim angklung juara yaitu SMP. St. Yusup (Indonesia) dan Raffles Girls’ School (Secondary) dari Singapura, berbaur dalam konser angklung yang bertajuk “Volare, come fly with us”. Konser tersebut merupakan puncak acara 1st International Angklung Symposium (17/6).
Festival Angklung Bianglala, this is one of the reasons of arrival 30 students from Pei Tong Primary School to Bandung. They wanted to see several angklung teams that joined the Festival in June 19th. The purpose is to introduce angklung to young students like them.
In second day, they were invited by Angklung Web Institute (AWI) to attend angklung workshop in Braga City Walk Bandung (BCW). Mrs. Irma Noorhaty from AWI was the speaker of that workshop. She taught how to hold and play angklung to the students and also the teachers too. After that, they enjoyed angklung performance from Temen Awi Angklung Orchestra (TAAO) and arumba performance from Arumba Insperto AWI.
JAKARTA: Sebanyak 12.000 anak yang memainkan angklung serentak, memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri), kemarin. Pemecahan rekor tersebut menghiasi ulang tahun Giant Hypermarket yang keenam.
MUSEUM Rekor Indonesia (Muri) kembali mencatat rekor yang berhubungan dengan alat musik angklung. Bila sebelumnya Muri mencatat kategori memainkan angklung terbanyak di Unpad dengan jumlah peserta 10.000 orang, kini Muri mencatat rekor untuk kategori angklung terbesar.
Bologna - Gemuruh tepuk tangan penonton menggetarkan Teatro Manzoni, Via De Monari, Bologna, Italia. Mereka mengapresiasi penampilan spektakuler Keluarga Paduan Angklung SMA Negeri 3 Bandung (KPA3). Bravi! Bellissima! Hebat! Bagus sekali!
Berbusana tradisional Indonesia dari berbagai daerah, anak-anak SMA 3 Bandung pada Kamis siang (24/7/2008) itu mengalunkan suara magis angklung dalam lagu populer Italia O Sole Mio, Santorini dan lagu-lagu populer internasional lainnya seperti When You Believe, New York New York, dan La Vie En Rouge.
Mereka hadir di Bologna dalam rangka mengikuti 28th International Society for Music Education (ISME) World Conference 2008 (22–24/Juli 2008). "Ini merupakan salah satu konferensi musik bergengsi dunia, yang menampilkan nuansa-nuansa musik dunia, diikuti oleh anak-anak dan dewasa dari berbagai negara," Koordinator Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Roma Pramudya Sulaksono kepada detikcom menjelaskan.
Ini bukanlah kisah perjalanan hura-hura yang menyenangkan, tapi sebuah kisah perjuangan anak-anak muda asal Bandung, Jawa Barat, dalam sebuah “mission impossible”, melanglang Eropa demi menebar pesona budaya angklung di jagat internasional. Dengan budget yang sangat defisit, mereka menggelandang selama 40 hari di sana.Mereka pulang kembali ke Indonesia dengan piala ”Cipuaga” sebuah penghargaan bergengsi di festival Zakopane di Polandia. Ironisnya saat pulang mereka masih meninggalkan sejumlah utang yang harus dibayar.